TPQ MADRASATUL MUJAWWIDIN

ALAMAT : PERUMAHAN KEPANJEN PERMAI II TELP. 0341-398932 TALANGAGUNG
email : darul.mujawiddin@gmail.com

Dasar Dan Pengertian Sholat Sunnah Rawatib

Posted on
  • Senin, 06 Juni 2011
  • by
  • Poenk Poerwa
  • in
  • Label:
  • Shalat Sunnah Rawatib mungkin sedikit orang yang mengerjakannya dengan tekun, memang Shalat Sunnah Rawatib hukumnya bukan wajib melainkan sunnah. Akan tetapi seorang muslim tidak boleh menganggap sepele hal yang sunnah karena sunnah merupakan perilaku yang diajarkan oleh baginda Rosululloh SAW. Bukan hanya ” jika dikerjakan mendapat pahala dan ditinggalkan tidak apa-apa” tapi sunnah juga harus dikerjakan karena Islam mempunyai dua sumber hukum, salah satunya adalah hadist – sunnah rosulullah.

    Shalat Sunnah Rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu.Shalat Sunnah Rawatib terdiri dari,

    2 raka’at sebelum Shubuh
    4 raka’at atau 2 raka’at sebelum Dhuhur
    4 raka’at atau 2 raka’at sesudah Dhuhur
    4 raka’at atau 2 raka’at sebelum Ashar
    2 raka’at sebelum Magrib
    2 raka’at sesudah Magrib
    2 raka’at sebelum Isya’
    2 raka’at sesudah Isya’

    Dari 22 raka’at rawatib tersebut terdapat 10 raka’at yang sunnah muakkad (karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rosulullah SAW).Berlandaskan hadist sebagai berikut,

    Dari Ibnu Umar bahwa Rosulullah SAW senantiasa menjaga(melakukan) 10 raka’at(rawatib) yaitu 2 raka’at sebelum Dzuhur dan 2 raka’at sesudahnya,2 raka’at sesudah magrib di rumah beliau,2 raka’at sesudah Isya’ di rumah beliau SAW,dan 2 raka’at sebelum Shubuh (HR Imam Bukhari dan Muslim).

    Adapun 12 rakaat yang lain termasuk sunnah ghairu muakkad,berdasarkan hadist sebagai berikut:

    a.Dari Ummu Habibah,bahwa Rosulullah SAW bersabda,

    “Barangsiapa senantiasa melakukan shalat 4 raka’at sebelum Dhuhur dan 4 raka’at sesudahnya maka Allah mengharamkan baginya api neraka”(HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    b.Nabi SAW bersabda,

    “Allah mengasihi orang yang melakukakn shalat emapat raka’at sebelum shalat Ashar (HR Imam Ahmad,Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Huzaimah)

    Shalat sunnah sebelum shalat ashar boleh juga dilakukan dua raka’at berdasarkan sabda Nabi SAW,

    “Di antara dua adzan(adzan dan iqamah) terdapat shalat”(HR Imam Bazzar)

    c.Nabi SAW bersabda,“Shalatlah kalian sebelum (shalat) Magrib,dua raka’at” (HR Imam Bukhari dan Muslim)

    d.Sahabat Nabi SAW Sayyidina Anas RA berkata,

    “Di masa Rasulullah SAW kami shalat dua raka’at setelah terbenamnya matahari sebelum shalat Magrib”(HR Imam Bukhari dan Muslim)

    Semoga kita menjadi seorang muslim yang mencintai sunnah rosululloh, untuk mewujudkan tegaknya syariat islam di Indonesia.

    0 komentar:

    Poskan Komentar